Minggu, 28 Juni 2015

Perawatan Ternak



1.    Perawatan Sapi Pedet
Pedet yang baru lahir perlu mendapat perhatian secara khusus.  Sebab pedet yang baru beberapa hari atau beberapa minggu lahir dapat terjadi mati lemas, infeksi, dan lain sebagainya jika kurang diperhatikan.
a.    Menghindari Pedet Mati Lemas
Pedet yang baru saja lahir sering mengalami mati lemas, akibat pada saat lahir mulut dan lubang hidungnya tertutup lendir.  Oleh karena itu, lendir yang menutup lubang hidung dan mulut harus secepatnya dibersihkan.  Tubuh pedet dapat disiram dengan air dingin atau lidahnya ditarik supaya pedet dapat bernafas normal.  Jika dengan cara tersebut tidak berhasil, maka perlu diusahakan nafas buatan dengan cara membaringkan pedet, kemudian dilakukanmassage sampai pada anggota kaki. Berdasarkan hasil dari kunjungan di BBPTU Baturraden, penanganan pedet setelah lahir hal yang harus dilakukan yaitu dengan membersihkan lendir agar pedet terhindar dari kematian. Hal tersebut juga dilakukan di Exfarm untuk menanggulangi bahaya pedet mati lemas.
b.    Menghindari Infeksi
            Masalah kedua yang dihadapi peternak sesudah pedet itu lahir yaitu jika tali pusarnya tidak lepas. Apabila hal ini terjadi maka peternak harus segera melakukan pemotongan tali pusar dan disisakan sepanjang 7,5-10 cm.  Sisa potongan tali pusar itu diikat dengan tali yang tipis kira-kira 2,5 cm dari badan, kemudian bekas potongan tadi ditaburi sulfa-powder atau diolesi dengan obat merah untuk mencegah terjadinya infeksi scours (diare). Pada kunjungan di BBPTU Baturraden, untuk menghindari pedet terkena infeksi juga dengan cara memotong tali pusar setelah keluar dari induk. Tidak berbeda dengan pedet yang berada di exfarm, pemotongan tali pusar juga dilakukan setelah keluar dari induk untuk menghindari terjadinya infeksi pada pedet.
c.  Membersihkan Lendir dan Menyusukan Pedet Secepat Mungkin
            Segera sesudah pedet lahir, secara ilmiah induk akan membersihkan seluruh lendir yang menyelubungi tubuh pedet dengan cara menjilat-jilat sampai kering.  Jika induk belum melakukan hal ini, maka peternak harus melakukan pembersihan lendir tersebut secepatnya.  Sesudah lendir bersih atau lebih kurang 30 menit. Sesudah pedet lahir, biasanya pedet mulai dapat berdiri kemudian berjalan mencari puting induk dan mulai menyusu.  Jika pedet belum berhasil mencari puting induk, maka peternak harus menolong dan mengarahkan puting induk seawal mungkin.  Pedet yang ada di BBPTU Baturraden penanganan setelah lahir juga dengan membersihkan lendir menggunakan kain lap. Sama halnya dengan pedet yang ada di exfarm yaitu dengan membersihkan lendir dihidung untuk menghindari terjadinya kematian.  Untuk melatih pedet menyusu harus dilakukan secepat mungkin agar pedet terbiasa menyusu pada induknya.
d.   Mengupayakan Pedet Memperoleh Colostrum
Pedet yang baru saja lahir lebih baik dibiarkan bersama-sama induknya selama 24-36 jam untuk memberi kesempatan memperoleh susu pertama atau kolostrum.  Kolostrum adalah produksi susu awal yang berwarna kuning, agak kental dan berubah menjadi susu biasa sesudah 4-5 hari.  Jadi, kolostrum hanya berlangsung 4-5 hari atau bisa sampai seminggu, sesudah itu akan berubah menjadi susu biasa.  Pemberian kolostrum pada pedet di BBPTU diberikan selama seminggu setelah pedet lahir. Sama halnya dengan pemberian kolostrum pada pedet di exfarm lama pemberiannya yaitu sekitar seminggu setelah pedet lahir.  Tetapi apabila induk menderita radang ambing (mastitis)  atau sebab lain sehingga tidak mengeluarkan kolostrum, maka pedet harus diberi kolostrum dari induk lain atau kolostrum buatan yang terdiri dari campuran : 0,5 liter susu murni, 1 butir telur, 0,25 liter air, dan 1 sendok teh kastroli. Kolostrum buatan ini diberikan pada pedet selama 4 hari.

2.    Perawatan Sapi Dara
Sapi dara ialah sapi-sapi betina umur sembilan bulan sampai beranak yang pertama. Sapi dara termasuk sapi-sapi muda yang laju pertumbuhannya masih berlangsung terus. Pada umumnya sapi perah dipelihara secara intensif.  Perawatan dara meliputi :
a.    Pemberian Pakan dan Air Minum
Bagi sapi-sapi yang dipelihara secara intensif, makanan yang diberikan terdiri dari hijauan dan makanan penguat sepertin jagung giling, dedak halus, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, dan lain-lain. Bahan makanan berupa rumput atau hijauan diberikan 10% dari bibit badan. Sedangkan makanan penguat diberikan sebanyak 2-3 kg per ekor.
b.    Pemotongan Kuku
Sapi-sapi yang berada di dalam kandang terus-mmenerus setiap hari, kuku akan menjadi lebih lunak karena sering terkena air kencing dan kotoran sapi itu sendiri. Padahal kuku akan terus tumbuh menjadi panjang, sedangkan gesekan kuku dengan benda lain atau lantai akan menimbulkan kedudukan kuku (tracak) dan posisi kuku salah. Hal ini akan mengakibatkan bidang dasar tracak bergeser sehingga titik berat badan jatuh pada kuku bagian belakang yang lemah. Kondisi kuku semacam ini akan mempengaruhi bentuk tubuh sapi, punggung akan melengkung seperti busur. Oleh karena itu kuku perlu dirwat secara khusus, dengan cara dipotong secara teratur setiap 6 bulan sekali.
Tujuan pemotongan kuku adalah untuk mengembalikan bentuk kuku yang normal. Cara pemotongannya adalah bagian lapisan tanduk pada telapak kaki dipotong sampai rata, atau dipotong menjadi agak cekung. Dengan demikian berat badan sapi terbagi merata pada keempat kaki.
c.    Memandikan Sapi
Sapi yang tinggal di dalam kandang akan mudah kotor akibat kotoran sapi itu sendiri yang menempel pada kulit atau bulu saat mereka berbaring, ditambah daki atau kotoran yang melekat di sela-sela bulu yang terdiri dari timbunan debu bercampur keringat yang telah mengering. Kotoran yang melekat pada tubuh ini akan dapat mengganggu pengeluaran keringat dan pengaturan panas tubuh, sehingga peredaran darah pun terganggu. Oleh karena itu, peternak harus rajin memandikan sapi dengan cara menyikat kulit, sehingga kulit menjadi bersih dan bulu-bulu yang rontok pun akan bersih.  Pada saat sapi dimandikan, sekaligus dapat dilakukan pemotongan bulu-bulu panjang yang tumbuh di sekitar lipatan paha. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari melekatnya kotoran yang tebal.

Memandikan sapi secara rutin mutlak dilakukan karena akan berpengaruh besar terhadap :
1.    Kesehatan sapi, sebab kulit yang bersih bakteri dan parasit tidak mudah berinfeksi.
2.    Pengaturan susu dan peredaran darahdalam tubuh tidak terganggu, sehingga produksi susu lebih stabil.
3.    Kemungkinan pengotoran produksi susu pada saat dilakukan pemerahan sangat kecil.
Sapi dara di BBPTU dimandikan sehari 2 kali untuk menjaga kebersihan dan kesehatan ternak itu sendiri. Hal ini sama dengan sapi dara yang ada di Exfarm yaitu sapi-sapi di Exfarm dimandikan sehari 2 kali pagi dan sore. Ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan ternak.