1. Perawatan
Sapi Pedet
Pedet
yang baru lahir perlu mendapat perhatian secara khusus. Sebab pedet yang
baru beberapa hari atau beberapa minggu lahir dapat terjadi mati lemas,
infeksi, dan lain sebagainya jika kurang diperhatikan.
a. Menghindari Pedet
Mati Lemas
Pedet yang baru saja lahir sering
mengalami mati lemas, akibat pada saat lahir mulut dan lubang hidungnya
tertutup lendir. Oleh karena itu, lendir yang menutup lubang hidung dan
mulut harus secepatnya dibersihkan. Tubuh pedet dapat disiram dengan air
dingin atau lidahnya ditarik supaya pedet dapat bernafas normal. Jika
dengan cara tersebut tidak berhasil, maka perlu diusahakan nafas buatan dengan
cara membaringkan pedet, kemudian dilakukanmassage sampai pada
anggota kaki. Berdasarkan hasil dari kunjungan di BBPTU Baturraden, penanganan
pedet setelah lahir hal yang harus dilakukan yaitu dengan membersihkan lendir
agar pedet terhindar dari kematian. Hal tersebut juga dilakukan di Exfarm untuk
menanggulangi bahaya pedet mati lemas.
b. Menghindari
Infeksi
Masalah kedua yang
dihadapi peternak sesudah pedet itu lahir yaitu jika tali pusarnya tidak lepas.
Apabila hal ini terjadi maka peternak harus segera melakukan pemotongan tali
pusar dan disisakan sepanjang 7,5-10 cm. Sisa potongan tali pusar itu
diikat dengan tali yang tipis kira-kira 2,5 cm dari badan, kemudian bekas
potongan tadi ditaburi sulfa-powder atau diolesi dengan obat
merah untuk mencegah terjadinya infeksi scours (diare). Pada kunjungan di BBPTU
Baturraden, untuk menghindari pedet terkena infeksi juga dengan cara memotong
tali pusar setelah keluar dari induk. Tidak berbeda dengan pedet yang berada di
exfarm, pemotongan tali pusar juga dilakukan setelah keluar dari induk untuk
menghindari terjadinya infeksi pada pedet.
c. Membersihkan Lendir dan Menyusukan Pedet Secepat
Mungkin
Segera sesudah pedet lahir, secara ilmiah induk akan membersihkan seluruh
lendir yang menyelubungi tubuh pedet dengan cara menjilat-jilat sampai kering.
Jika induk belum melakukan hal ini, maka peternak harus melakukan pembersihan
lendir tersebut secepatnya. Sesudah lendir bersih atau lebih kurang 30
menit. Sesudah pedet lahir, biasanya pedet mulai dapat berdiri kemudian
berjalan mencari puting induk dan mulai menyusu. Jika pedet belum
berhasil mencari puting induk, maka peternak harus menolong dan mengarahkan
puting induk seawal mungkin. Pedet yang ada di BBPTU Baturraden
penanganan setelah lahir juga dengan membersihkan lendir menggunakan kain lap.
Sama halnya dengan pedet yang ada di exfarm yaitu dengan membersihkan lendir
dihidung untuk menghindari terjadinya kematian. Untuk melatih pedet
menyusu harus dilakukan secepat mungkin agar pedet terbiasa menyusu pada
induknya.
d. Mengupayakan Pedet
Memperoleh Colostrum
Pedet yang baru saja lahir lebih baik
dibiarkan bersama-sama induknya selama 24-36 jam untuk memberi kesempatan
memperoleh susu pertama atau kolostrum. Kolostrum adalah produksi susu
awal yang berwarna kuning, agak kental dan berubah menjadi susu biasa sesudah
4-5 hari. Jadi, kolostrum hanya berlangsung 4-5 hari atau bisa sampai
seminggu, sesudah itu akan berubah menjadi susu biasa. Pemberian
kolostrum pada pedet di BBPTU diberikan selama seminggu setelah pedet lahir. Sama
halnya dengan pemberian kolostrum pada pedet di exfarm lama pemberiannya yaitu
sekitar seminggu setelah pedet lahir. Tetapi apabila induk menderita
radang ambing (mastitis) atau sebab lain sehingga tidak
mengeluarkan kolostrum, maka pedet harus diberi kolostrum dari induk lain atau
kolostrum buatan yang terdiri dari campuran : 0,5 liter susu murni, 1 butir
telur, 0,25 liter air, dan 1 sendok teh kastroli. Kolostrum buatan ini
diberikan pada pedet selama 4 hari.
2. Perawatan
Sapi Dara
Sapi
dara ialah sapi-sapi betina umur sembilan bulan sampai beranak yang pertama.
Sapi dara termasuk sapi-sapi muda yang laju pertumbuhannya masih berlangsung
terus. Pada umumnya sapi perah dipelihara secara intensif. Perawatan dara
meliputi :
a. Pemberian Pakan
dan Air Minum
Bagi
sapi-sapi yang dipelihara secara intensif, makanan yang diberikan terdiri dari
hijauan dan makanan penguat sepertin jagung giling, dedak halus, bungkil
kelapa, bungkil kacang tanah, dan lain-lain. Bahan makanan berupa rumput atau
hijauan diberikan 10% dari bibit badan. Sedangkan makanan penguat diberikan
sebanyak 2-3 kg per ekor.
b. Pemotongan Kuku
Sapi-sapi
yang berada di dalam kandang terus-mmenerus setiap hari, kuku akan menjadi
lebih lunak karena sering terkena air kencing dan kotoran sapi itu sendiri.
Padahal kuku akan terus tumbuh menjadi panjang, sedangkan gesekan kuku dengan
benda lain atau lantai akan menimbulkan kedudukan kuku (tracak) dan
posisi kuku salah. Hal ini akan mengakibatkan bidang dasar tracak bergeser
sehingga titik berat badan jatuh pada kuku bagian belakang yang lemah. Kondisi
kuku semacam ini akan mempengaruhi bentuk tubuh sapi, punggung akan melengkung
seperti busur. Oleh karena itu kuku perlu dirwat secara khusus, dengan cara
dipotong secara teratur setiap 6 bulan sekali.
Tujuan
pemotongan kuku adalah untuk mengembalikan bentuk kuku yang normal. Cara
pemotongannya adalah bagian lapisan tanduk pada telapak kaki dipotong sampai
rata, atau dipotong menjadi agak cekung. Dengan demikian berat badan sapi
terbagi merata pada keempat kaki.
c. Memandikan Sapi
Sapi
yang tinggal di dalam kandang akan mudah kotor akibat kotoran sapi itu sendiri
yang menempel pada kulit atau bulu saat mereka berbaring, ditambah daki atau
kotoran yang melekat di sela-sela bulu yang terdiri dari timbunan debu
bercampur keringat yang telah mengering. Kotoran yang melekat pada tubuh ini
akan dapat mengganggu pengeluaran keringat dan pengaturan panas tubuh, sehingga
peredaran darah pun terganggu. Oleh karena itu, peternak harus rajin memandikan
sapi dengan cara menyikat kulit, sehingga kulit menjadi bersih dan bulu-bulu
yang rontok pun akan bersih. Pada saat sapi dimandikan, sekaligus dapat
dilakukan pemotongan bulu-bulu panjang yang tumbuh di sekitar lipatan paha. Hal
ini dimaksudkan untuk menghindari melekatnya kotoran yang tebal.
Memandikan sapi secara rutin mutlak
dilakukan karena akan berpengaruh besar terhadap :
1. Kesehatan sapi, sebab kulit yang bersih
bakteri dan parasit tidak mudah berinfeksi.
2. Pengaturan susu dan peredaran darahdalam
tubuh tidak terganggu, sehingga produksi susu lebih stabil.
3. Kemungkinan pengotoran produksi susu pada
saat dilakukan pemerahan sangat kecil.
Sapi
dara di BBPTU dimandikan sehari 2 kali untuk menjaga kebersihan dan kesehatan
ternak itu sendiri. Hal ini sama dengan sapi dara yang ada di Exfarm yaitu
sapi-sapi di Exfarm dimandikan sehari 2 kali pagi dan sore. Ini dilakukan untuk
menjaga kebersihan dan kesehatan ternak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar