Kamis, 30 Juli 2015

cerpen karya Titis "mymemoriesofhe"

*My memories of he*

Karya : Titis Nurkumala Sari
Sudah banyak waktu berlalu di antara kita yang kita lalui di tempat ini. Sampai kini aku tak pernah bosan datang meski dengan keadaan yang berbeda dari yang dulu,meski kini tak ada lagi senyummu yang menyapaku.
Tokyo 24 desember  2005, @caffe yokhisiru
Musim dingin terasa hangat karena suasana natal yang meriah. Semua orang merayakannya dengan penuh antusias termasuk kita. Aku bahagia karna kita masih dapat bersama selama 4 tahun ini dan tetap mempercayai satu sama lain. Sehari sebelum malam natal kita berencana untuk bertemu di tempat favorit kita, caffe kecil ini. Tempat ini begitu istimewa karena kita bertemu pertama kali di tempat ini.
 Aku sengaja datang lebih awal ke tempat ini untuk memberimu sebuah hadiah. Aku sudah menyiapkan semuannya, kurasa sempurna. Sengaja aku pilih tempat dekat jendela agar bisa melihat keindahan taman di sebrang gedung ini yang menawarkan keindahan musim dingin. Aku duduk di depan kursimu. Hatiku begitu senang dengan keadaan kita. Aku melihatmu dari kaca gedung ini di seberang sana sedang berlari terburu-buru. Kamu begitu ceroboh tidak melihat jalan dengan benar dan kemudian menabrak seorang nenek –nenek di depanmu. Aku terus memperhatikanmu, bagaimana caramu meminta maaf pada nenek itu dan bagaimana nenek itu yang marah karena ketidaksopananmu meminta maaf pada beliau. Aku tak bisa menahan tawaku ketika nenek itu tanpa merasa segan menjewer telingamu di tempat umum dan memarahimu. Ekspresi wajahmu sungguh lucu karena jeweran nenek tersebut. Aku masih memperhatikanmu ketika kau melangkah meninggalkan nenek tersebut kemudian berlari. Entah apa yang membuatmu terburu-buru dan menyebrangi  jalan begitu saja tanpa memperhatikan sekelilingmu, dan……
Shiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt..braggggghhhh…
Aku begitu terkejut, kejadian itu begitu tiba-tiba. Aku bingung apa yang terjadi, mengapa banyak orang yang berlari ke tempatmu, dan kenapa tiba-tiba datang ambulans. Aku tak bisa  memikirkan apa yang terjadi namun hatiku begitu sakit seperti ribuan jarum ditanamkan di dalamnya.
Aku ingin berlari kesana , aku ingin tahu apa yang mereka semua lakukan di tempatmu berlari tadi ,dan kenapa harus ada ambulans di sana ? aku….
=======================***=================
Caffe yokhisiru 2008
Aku merasa begitu terluka dan tak sanggup lagi menahan airmataku. Aku merasa badanku begitu sakit dan susah untuk berlari. Aku tak bisa menggerakkan kaki dan seluruh badanku. Ada yang aneh saat aku melihat diriku sendiri sedang berada di atas kursi roda. Dan….
“aku mohon jangan mencoba untuk pergi lagi, aku tak sanggup melihatmu seperti ini”
Ada seseorang bersamaku ? siapa dia ? dan apa maksut perkataannya ?
“s-siapa kamu ? “
“jangan mengingatnya lagi, aku mohon “
Siapa orang ini ? apa dia sudah gila, tiba-tiba memelukku dan mengatakan hal-hal yang sulit di pahami.
“le-lepaskan aku, aku tidak mengenalmu. Dan aku tidak tahu apa maksut  perkataanmu. Maaf aku tidak punya banyak waktu. Tolong lepaskan. Ada hal yang harus kulakukan. Ada hal yang harus kucari tahu apa kebenarannya”
Pria ini melepaskan pelukannya padaku dan menatapku. Sorot matanya mengisyaratkan luka yang begitu dalam. Dan entah kenapa aku merasa begitu bersalah saat ku balik menatap matanya dan merasa begitu dekat dengan orang ini
“aku tidak ingin menghalangimu pergi hanya saja aku ingin melindungimu. Aku akan mengantarmu ke tempat yang ingin kau tuju”
Tanpa mendapat ijinku dia sudah mendorong kursi rodaku dan membawaku keluar dari caffe ini. Aku hanya diam saat dia membantuku masuk ke dalam mobilnya. Dan dia mulai menjalankannya ke suatu tempat yang entah belum ku tahu kemana. Namun aku tetap mengikutinya dan entah mengapa aku mempercayainya.
Butuh waktu yang lumayan lama sampai mobil ini berhenti. Aku melihat kesekeliling dan menemukan hal yang aneh. Kenapa dia membawaku ke pemakaman ?
“apa yang akan kau lakukan p-padaku ? di sini bukan tempat yang ingin ku datangi “
“di sinilah tempat yang selalu ingin kau kunjungi”
Dia mendorong kursi rodaku ke dalam pemakaman dan berhenti pada sebuah makam.
“di sinilah tempat yang selalu akan kau kunjungi dan makam inilah tempat istirahat orang yang selalu kau cintai”
“a-apa maksutmu? Dan.. dan di nisan ini mengapa ada nama Tetsuhi Kaji tertulis di atasnya. A-apa kau bermaksut… ?”
Aku tidak bisa mengerti dengan semua ini. Semuanya sungguh abstrack. Pemakaman, tempat yang ingin ku kunjungi, orang yang ku cintai, dan nisan bertuliskan nama Kaji?. kepalaku terasa begitu sakit.
“a-aku ti-dak me-nger-ti a-apa mak-sut-mu ?”
Aku tidak bisa menahannya, semua terasa berputar. Kepalaku…..
“inilah alasan mengapa aku melarangmu untuk pergi,aku hanya ingin melindungimu,aku tidak ingin kau mengingatnya dan menjadi sakit seperti ini. Karna sungguh hatiku seperti tersayat belati melihatmu terluka. Aku menyayangimu, NINA”
Gelap. Hanya itu yang dapat terlihat mataku, meski aku masih dapat mendengar suaranya. Terdengar samar tapi aku tahu dia baru saja memanggil namaku.
“aku tidak takut dirimu melupakanku, yang ku takutkan adalah kamu terluka seperti ini. Karena aku suamimu, kamu adalah  tanggung jawabku dan kamu adalah bagian dari hidupku. Tak akan ku biarkan kamu menderita sendiri”
===============****======================
Masih di tempat yang sama namun dengan keadaan yang berbeda. Tidak akan ada lagi tawamu  yang dapat ku lihat. Namun ada senyum seseorang yang menggantikanmu,senyumnya. Dia yang menggenggam tanganku saat aku tak bisa meraih tanganmu, dia yang memelukku saat aku menangis karena mengingatmu, dia yang melindungiku saat aku terluka karena kehilanganmu, dia yang selalu bersamaku. Ada satu penyesalanku atas dirinya, mengapa aku selalu melupakannya ? dan aku merasa begitu bersalah saat ku tatap kedua bola matanya. Di dalam sana aku melihat kepedihan, kekecewaan yang rapat dia tutupi dariku. Dia yang mengerti penderitaanku adalah seorang yang lebih menderita dariku. Bagaimana dia bisa bertahan selama ini dengan kekuranganku ?bagaimana dia bisa bertahan selama ini dengan aku yang melupakannya ?
Aku ingin mengulangnya, waktu yang telah kami lalui dengan penderitaan, waktu yang ku lalui bersamnya dengan tetap mengingatnya sebagai suami dan kekasihku
Aku ingin melupakanmu dan merelakanmu dialam sana

Caffe  yokhisiru 2005
Aku berlari dengan sekuat yang aku bisa, tidak peduli dengan orang –orang yang marah karena tertabrak olehku. Aku tidak peduli dengan semua yang ada di sekitarku yang ku inginkan hanya secepat mungkin sampai ke tempatmu. Aku masih terus berlari saat ambulans dan orang- orang yang berada di sekitarmu mulai pergi. Nafasku terasa tercekat saat aku melihat ada begitu banyak darah, tubuhku tak bisa bergerak dan rasanya aku tak bisa bernafas dengan bebas. Sesak dalam dadaku dan aku tidak bisa mengingat apa- apa saat ada suara sirine kendaraan yang melintasiku.

*end of story*
catatan penulis :

Nina Sakurai sebagai tokoh aku dalam cerita ini adalah seorang gadis yang telah memiliki hubungan dengan seorang pria bernama Tetsuhi  Kaji “kamu”. Mereka telah berhungan selama 4 tahun.  Mereka berjanji bertemu di sebuah cafe favorit mereka namun sebuah kecelakaan terjadi  yang merrengut nyawa Kaji. Selang beberapa saat, ketika Nina dating ke tempat di mana Kaji kecelakaan hal yang sama pula terjadi pada Nina. Namun Nina masih beruntung karena kecelakaan tersebut tidak sampai merenggut nyawanya . Dia mengalami lumpuh pada seluruh badannya dan mengalami amnesia. Hal yang dia ingat hanyalah ketika dia melihat kecelakaan yang terjadi Kaji. Di saat keterpurukannya dan keterbatasannya, teman masa kecil Nina “dia” yang sangat mencintainya dan mau mengobati luka Nina. “dia” akhirnya menikahi Nina untuk melindunginya. Tokoh “dia” di sini bernama Stujiai Riko.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar