*My memories of he*
Karya : Titis
Nurkumala Sari
Sudah
banyak waktu berlalu di antara kita yang kita lalui di tempat ini. Sampai kini
aku tak pernah bosan datang meski dengan keadaan yang berbeda dari yang
dulu,meski kini tak ada lagi senyummu yang menyapaku.
Tokyo 24
desember 2005, @caffe yokhisiru
Musim dingin terasa hangat karena suasana natal yang meriah.
Semua orang merayakannya dengan penuh antusias termasuk kita. Aku bahagia karna
kita masih dapat bersama selama 4 tahun ini dan tetap mempercayai satu sama
lain. Sehari sebelum malam natal kita berencana untuk bertemu di tempat favorit
kita, caffe kecil ini. Tempat ini begitu istimewa karena kita bertemu pertama
kali di tempat ini.
Aku sengaja datang
lebih awal ke tempat ini untuk memberimu sebuah hadiah. Aku sudah menyiapkan
semuannya, kurasa sempurna. Sengaja aku pilih tempat dekat jendela agar bisa
melihat keindahan taman di sebrang gedung ini yang menawarkan keindahan musim
dingin. Aku duduk di depan kursimu. Hatiku begitu senang dengan keadaan kita.
Aku melihatmu dari kaca gedung ini di seberang sana sedang berlari
terburu-buru. Kamu begitu ceroboh tidak melihat jalan dengan benar dan kemudian
menabrak seorang nenek –nenek di depanmu. Aku terus memperhatikanmu, bagaimana
caramu meminta maaf pada nenek itu dan bagaimana nenek itu yang marah karena
ketidaksopananmu meminta maaf pada beliau. Aku tak bisa menahan tawaku ketika
nenek itu tanpa merasa segan menjewer telingamu di tempat umum dan memarahimu.
Ekspresi wajahmu sungguh lucu karena jeweran nenek tersebut. Aku masih
memperhatikanmu ketika kau melangkah meninggalkan nenek tersebut kemudian
berlari. Entah apa yang membuatmu terburu-buru dan menyebrangi jalan begitu saja tanpa memperhatikan
sekelilingmu, dan……
Shiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt..braggggghhhh…
Aku begitu terkejut, kejadian itu begitu tiba-tiba. Aku
bingung apa yang terjadi, mengapa banyak orang yang berlari ke tempatmu, dan
kenapa tiba-tiba datang ambulans. Aku tak bisa
memikirkan apa yang terjadi namun hatiku begitu sakit seperti ribuan
jarum ditanamkan di dalamnya.
Aku ingin berlari kesana , aku ingin tahu apa yang mereka
semua lakukan di tempatmu berlari tadi ,dan kenapa harus ada ambulans di sana ?
aku….
=======================***=================
Caffe yokhisiru 2008
Aku merasa begitu terluka dan tak sanggup lagi menahan
airmataku. Aku merasa badanku begitu sakit dan susah untuk berlari. Aku tak
bisa menggerakkan kaki dan seluruh badanku. Ada yang aneh saat aku melihat
diriku sendiri sedang berada di atas kursi roda. Dan….
“aku mohon jangan mencoba untuk pergi lagi, aku tak sanggup
melihatmu seperti ini”
Ada seseorang bersamaku ? siapa dia ? dan apa maksut
perkataannya ?
“s-siapa kamu ? “
“jangan mengingatnya lagi, aku mohon “
Siapa orang ini ? apa dia sudah gila, tiba-tiba memelukku
dan mengatakan hal-hal yang sulit di pahami.
“le-lepaskan aku, aku tidak mengenalmu. Dan aku tidak tahu
apa maksut perkataanmu. Maaf aku tidak
punya banyak waktu. Tolong lepaskan. Ada hal yang harus kulakukan. Ada hal yang
harus kucari tahu apa kebenarannya”
Pria ini melepaskan pelukannya padaku dan menatapku. Sorot
matanya mengisyaratkan luka yang begitu dalam. Dan entah kenapa aku merasa
begitu bersalah saat ku balik menatap matanya dan merasa begitu dekat dengan
orang ini
“aku tidak ingin menghalangimu pergi hanya saja aku ingin
melindungimu. Aku akan mengantarmu ke tempat yang ingin kau tuju”
Tanpa mendapat ijinku dia sudah mendorong kursi rodaku dan
membawaku keluar dari caffe ini. Aku hanya diam saat dia membantuku masuk ke
dalam mobilnya. Dan dia mulai menjalankannya ke suatu tempat yang entah belum
ku tahu kemana. Namun aku tetap mengikutinya dan entah mengapa aku
mempercayainya.
Butuh waktu yang lumayan lama sampai mobil ini berhenti. Aku
melihat kesekeliling dan menemukan hal yang aneh. Kenapa dia membawaku ke
pemakaman ?
“apa yang akan kau lakukan p-padaku ? di sini bukan tempat
yang ingin ku datangi “
“di sinilah tempat yang selalu ingin kau kunjungi”
Dia mendorong kursi rodaku ke dalam pemakaman dan berhenti
pada sebuah makam.
“di sinilah tempat yang selalu akan kau kunjungi dan makam
inilah tempat istirahat orang yang selalu kau cintai”
“a-apa maksutmu? Dan.. dan di nisan ini mengapa ada nama Tetsuhi
Kaji tertulis di atasnya. A-apa kau bermaksut… ?”
Aku tidak bisa mengerti dengan semua ini. Semuanya sungguh
abstrack. Pemakaman, tempat yang ingin ku kunjungi, orang yang ku cintai, dan
nisan bertuliskan nama Kaji?. kepalaku terasa begitu sakit.
“a-aku ti-dak me-nger-ti a-apa mak-sut-mu ?”
Aku tidak bisa menahannya, semua terasa berputar.
Kepalaku…..
“inilah alasan mengapa aku melarangmu untuk pergi,aku hanya
ingin melindungimu,aku tidak ingin kau mengingatnya dan menjadi sakit seperti
ini. Karna sungguh hatiku seperti tersayat belati melihatmu terluka. Aku
menyayangimu, NINA”
Gelap. Hanya itu yang dapat terlihat mataku, meski aku masih
dapat mendengar suaranya. Terdengar samar tapi aku tahu dia baru saja memanggil
namaku.
“aku tidak takut dirimu melupakanku, yang ku takutkan adalah
kamu terluka seperti ini. Karena aku suamimu, kamu adalah tanggung jawabku dan kamu adalah bagian dari
hidupku. Tak akan ku biarkan kamu menderita sendiri”
===============****======================
Masih di
tempat yang sama namun dengan keadaan yang berbeda. Tidak akan ada lagi
tawamu yang dapat ku lihat. Namun ada
senyum seseorang yang menggantikanmu,senyumnya. Dia yang menggenggam tanganku
saat aku tak bisa meraih tanganmu, dia yang memelukku saat aku menangis karena
mengingatmu, dia yang melindungiku saat aku terluka karena kehilanganmu, dia
yang selalu bersamaku. Ada satu penyesalanku atas dirinya, mengapa aku selalu
melupakannya ? dan aku merasa begitu bersalah saat ku tatap kedua bola matanya.
Di dalam sana aku melihat kepedihan, kekecewaan yang rapat dia tutupi dariku.
Dia yang mengerti penderitaanku adalah seorang yang lebih menderita dariku.
Bagaimana dia bisa bertahan selama ini dengan kekuranganku ?bagaimana dia bisa
bertahan selama ini dengan aku yang melupakannya ?
Aku ingin
mengulangnya, waktu yang telah kami lalui dengan penderitaan, waktu yang ku
lalui bersamnya dengan tetap mengingatnya sebagai suami dan kekasihku
Aku ingin
melupakanmu dan merelakanmu dialam sana
Caffe yokhisiru 2005
Aku berlari dengan sekuat yang aku bisa, tidak peduli dengan
orang –orang yang marah karena tertabrak olehku. Aku tidak peduli dengan semua
yang ada di sekitarku yang ku inginkan hanya secepat mungkin sampai ke
tempatmu. Aku masih terus berlari saat ambulans dan orang- orang yang berada di
sekitarmu mulai pergi. Nafasku terasa tercekat saat aku melihat ada begitu
banyak darah, tubuhku tak bisa bergerak dan rasanya aku tak bisa bernafas
dengan bebas. Sesak dalam dadaku dan aku tidak bisa mengingat apa- apa saat ada
suara sirine kendaraan yang melintasiku.
*end of story*
catatan penulis :
Nina Sakurai sebagai tokoh aku dalam cerita ini adalah
seorang gadis yang telah memiliki hubungan dengan seorang pria bernama
Tetsuhi Kaji “kamu”. Mereka telah
berhungan selama 4 tahun. Mereka
berjanji bertemu di sebuah cafe favorit mereka namun sebuah kecelakaan
terjadi yang merrengut nyawa Kaji.
Selang beberapa saat, ketika Nina dating ke tempat di mana Kaji kecelakaan hal
yang sama pula terjadi pada Nina. Namun Nina masih beruntung karena kecelakaan
tersebut tidak sampai merenggut nyawanya . Dia mengalami lumpuh pada seluruh badannya
dan mengalami amnesia. Hal yang dia ingat hanyalah ketika dia melihat
kecelakaan yang terjadi Kaji. Di saat keterpurukannya dan keterbatasannya,
teman masa kecil Nina “dia” yang sangat mencintainya dan mau mengobati luka
Nina. “dia” akhirnya menikahi Nina untuk melindunginya. Tokoh “dia” di sini
bernama Stujiai Riko.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar