Senin, 27 Juli 2015

PUISI GUNDAHKU_Februari


Ku hitung bintang di langit hitam di atas sana
Namun jemariku tak cukup untuk gambarkan angkanya
Begitu banyak , begitu indah dengan rupa yang mempesona
Ia percikkan bahagia dengan terangnya
Hadirkan mimpi indah di setiap kilau sinarnya

Tak seperti diriku yang nampak lesu dan redup
Layaknya bintang yang cacat
Layu , tak bersinar , tak seperti dulu

Ku pijak bumi dengan kaki telanjang
Rasakan dinginnya rerumputan yang tumbuh
Menggigil , di terpa sang bayu malam yang menusuk
Namun tiada sakit menusuk tulang kuyuku

Tiada senyum yang dapat ku lengkungkan di sudut bibir
Terasa kaku untuk sekedar bersenggama dengan langit malam
Sedikit sulit , namun juga tak mudah
Perlahan – lahan tersungkur dalam kehampaan ini

Bulan nampak tersenyum palsu
Tersirat keberatan menatap sesosok manusia di bawahnya yang tlah putus asa
Bahkan bintangpun seperti tak sudi menatap  jiwa yang merana

Bulan februari tahun lalu
Cerita indah yang terlewati
14 februari setahun yang lalu
Keceriaan yang  lama terbuang

Ku baca diary kecil setahun lalu
Tulisan tangan yang sedikit berantakan namun masih nampak berseni
Ku putar memory setahun lau
Meski pudar namun masih tampak jelas
Saat jemarinya yang kuat menggenggamku mulai melemas
Bola mata yang ingin slalu ku lihat mulai menutup
Senyum manis yang sangat ku rindukan mulai terkatup

Airmata yang ku sembunyikan waktu itu mulai mengalir
Dan tiada berhenti sampai kini
Seperti kapal yang telah kehilangan nahkoda
Tak terarah yang kadang menabrak karang
Sampai tak pernah bisa berlayar lagi

Layaknya seperti layang-layang yang terputus dari benangnya
Terbang tak terkendali terbwa arus angin
Tak ada seorangpun yang bisa menggapainya
Terlalu jauh dan tinggi namun akan tercabik angin kesengsaraan
Dan akan terjatuh tak berguna yang tak kan pernah di peulikan lagi

Aku tersesat tanpamu mataku
Dunia terasa smakin meremang dengan cahaya pudarnya
Saat lentera kecil kehidupanku tak lagi bersinar
Semakin kehilangan kenangan yang telah ku genggam sejak lama
Izinkan aku menemanimu lagi
Izinkan aku kembali di sampingmu
Dunia telah mengusirku ,
hanya dirimu , hanya dirimu sandaranku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar