PEMELIHARAAN SAPI JANTAN
Gerak
Latih (Exercise)
Umumnya jantan yang lambat dewasa atau bahkan steril penyebabnya
adalah aktivitas. Pejantan memerlukan gerak latih agar tubuh sehat serta
memiliki kaki dan kuku yang baik.
Cara terbaik untuk gerak latih yaitu dengan menyediakan lapangan
yang cukup luas sekitar 4 kali 4,5 m setiap pejantan di halaman kandang. Di
halaman tersebut berjalan dan beristirahat pada radius palang berputar
tersebut.
Pemeliharan Kuku
Jantan yang dipelihara pada tempat terbatas akan mempunyai kuku
dengan pertumbuhan yang tidak terkontrol. Kuku menjadi panjang dan tidak
beraturan.kuku yang jelek akan mempengaruhi kaki sapi sehingga keadaan tubuh
sapi terganggu.
Pemotongan kuku sapi pejantan sama halnya dengan sapi betina.
Pemotongan kuku dapat menggunakan istal khusus atau node stall. Cara lain
memotong kuku sapi adalah memakai ban penggantung dan kerekan. Peternak dapat
memotong kuku dengan cara menjatuhkan sapi. Hanya saja pekerja harus
memperhatikan agar tali tidak menekan testis. Setelah sapi diam dan dapat
dikendalikan baru kuku dipotong. Pejantan yang sukar dikendalikan dan sangat
berbahaya sebaiknya ditangani dengan penyuntikan obat bius. Setelah pingsan
barulah dilakukan pemotongan dan pembersihan kuku.
Agar kuku tidak mudah rusak sebaiknya kandang pejantan menggunakan
lantai kayuatau papan setebal 2 – 5 cm.
33
Pemotongan
Tanduk
Pemotongan
tanduk dilakukan agar tidak membahayakan peternak, merusak peralatan, dan
menyakiti sapi lain. Cara ini dilakukan sebagaimana ahalnya pada sapi betina.
Pemasangan
Cincin Hidung
Pemasangan
cincin hidung sebaiknya dilakukan sedini mungkin untuk lebih memudahkan
penanganan. Cincin hidung harus sudah dipasang sejak umur enam bulan. Besar
cincin hidung yang sesuai bagi pejantan muda kira-kira berdiameter 2,75 cm.
cincin hidung diganti dsengan yang agak besar bila sapi telah berumur 10 – 12
bulan, mengunakan cincin hidung kira-kira 7,5 cm.
Cincin
hidung dipasang dengam melubangi sekat hidung yang paling tipis. Bahan cincin
hidung harus kuat, ringan, dan anti karat. Biasanya dibuat dari tembaga.
Penanganan
Sapi Pejantan
Setiap
pejantan hendaknya diwaspadai dapat membahayakan, walaupun kelihatannya lemah.
Oleh karena itu peternak harus sejak dini sering memegang pejantan tersebut
agar mudah menjadi jinak.
Penanganan
agar tidak membahayakan pekerja ialah denngan menggunakan tongkat berkait atau
stuffs. Tongkat ini dikaitkan pada cincin hidung sehingga sapi mudah dituntun
sedemikian rupa dengan jarak pemegang dan sapi tetap terjaga. Dengan demikian
pekerja dapat dengan mudah segera menghindar apabila sapi menanduk atau
menubruk.
Pemberian
Pakan
Sampai
dengan umur enam bulan pemeliharaan pedet jantan sama halnya dengan
pemeliharaan pada pedet betina. Setelah umur enam bulan pemeliharaan anak sapi
jantan harus dibedakan dari pedet betina. Pedet jantan dikandangkan dan diberi
pakan terpisah dari pedet betina.
Sapi
jantan akan tumbuh dan dewasa kelamin lebih cepat daripada sapi dara. Akibatnya
sapi jantan membutuhkan zat makanan yang lebih banyak, terutama energi dalam
bentuk makanan penguat. Kebutuhan akan zat gizi maskanan per ekor sapi setiap
harinya dapat dilihat pada table kebutuhan sapi yang sedang tumbuh.
Jumlah
rumput yang dikonsumsi stiap hari bervarias tergantung dari ukuranberat badan
dan umur. Pejantan dewasa sebaiknya diberikan makanan yang sama dengan betina
laktasi. Makanan penguat terus diberikan dalam jumlah yang tergantung dari
kualitas hiajauan yang dimakannya agar kondisi tubuh tetap baik dantidak
membentuk lemak tubuh. Campuran makanan penguat dengan 12 persen protein kasar
adalah cukup untuk sapi pejantan apabila diberikan bersama hijauan berkualitas
baik.
Sapi
jantan yang kegemukan dapat menurunkan nafsu seks, stress, serta kesalahan urat
pada kaki dan pahanya. Kalsium yang berlebihan dalam ransom juga menyebabkan
masalah pada sapi jantan tua. Bila legume diberikan, maka makanan penguat tidak
boleh
34
mengandung
suplemen Ca. Sapi jantan tidak mengalami kehilangan Ca dari tubuhnya seperti
sapi betina. Kelebihan Ca mengakibatkan tulang punggung dan tulang-tulang
lainnya bersatu. Karena itu, pejantan harus diberikan campuran makanan penguat
yang berbeda dengan sapi laktasi.
Umur
Pejantan dapat Dikawinkan
Umuymnya
pejantan yang baik dikawinka untuk pertama kali pada umur 10 – 11 bulan
sebanyak satu atau dua kali. Jumlah kawin meningkat setelah 12 hingga 13 bulan.
Biasanya
peternak memilih mengawinkan pejantan dua kali seminggu seminggu. Atau pejantan
digunakan secara terus menerus setiap hari selama dua minggu atau dalam satu
periode perkawinan selama tiga bulan. Sehingga seekor sapi pejantan sejak umur
dua tahun dapat mengawini 50 – 60 ekor sapi betina setiap tahunnya. Untuk
mendapatkan anak yang seragam dalam satu musim perkawinan selama tiga bulan,
seekor sapi pejantan dapat mengawini 20 – 25 ekor betina. Bila digunakan untuk
inseminasi buatan seekor pejantan dapat mengawini kira-kira 10.000 ekor betina
dalam setahun.
Sapi
jantan sanggup membuahi betina seiring dengan pertumbuhannya. Kemampuan
tertinggi pejantan membuahi betina dicapai saat dewasa tubuh pada umur 5 – 7
tahun. Pejantan dipertahankan sampai dengan umur 15 tahun, bahkan ada yang
lebih.
Sapi
Jantan sebagai Penghasil Daging
Tidak
semua sapi jantan yang dipelihara dapat menjadi jantan pemacek sehingga
beberapa sapi jantan umur 1 sampai 2 tahun terpaksa dikebiri untuk dijadikan
sapi potong yang disebut dengan steer. Bila sapi jantan dewasa (lebih
dari dua tahun) dikebiri untuk dijadikan sapi potong yang disebut stag. Dua
istilah lain yang perlu diketahui adalah bull dan sire. Bull yaitu sapi jantan
dewasa sedangkan sire adalah jantan pemacek.
Setengah
dari pedet yang dilahirkan diperkirakan jantan. Hanya sejumlah kecil saja dari
pedet jantan ini digunakan sebagai pejantan. Beberapa peternak memelihara sapi
perah untuk menghasilkan veal. Untuk memproduksi veal ini pedet FH
pertumbuhannya lebih cepat dan memberikan keuntungan.
Pedet
yang tidak terpilih sebagai pemacek ditangani beberapa cara. Ada yang dijual
untuk disembelih pada umur beberapa hari yang disebut deacon calves atau
bob veal atau veal calves. Selain itu ada juga yang tetap
dipelihara untuk kemudian dijual sebagai feeder calves atau ditingkatkan
menjadi dairy beef.
Bull
tumbuh lebih cepat dan efisien disbanding steers atau dara. Namun, dengan
bertambahnya umur makin sukar menanganinya bahkan dapat menyerang
pemeliharanya. Karena itu kebanyakan pedet jantan dikastrasi bila vase veal
telah dilalui.
Pemberian
Pakan Veal Calves
Veal calves adalah pedet sapi
perah dengan berat badan 100 kg pada umur 6 sampai 8 minggu. Pedet ini
mempunyai karkas berotot dengan lapisan lemak di punggung. Dagingnya diharapkan
berwarna merah muda.
Pedet selalu mendapatkan ransom
susu penuh atau pengganti susu . susu diberikan sebanyak 10 % dari berat
badannya. Patokan lain adalah dengan memberikan susu
35 36
sebanyak 5 kg untuk setiap kg
daging yang dihasilkan. Pemberian pengganti susu sebanyak 0,7 kg kering setiap
kg daging yang dihasilkan .
Pemberian Pakan feeder Calves
Pemberian feeder calves berbeda
dengan veal calves. Tujuannya untuk memperoleh keuntungan ekonomis. Feeder
calves adalah pedet sapi perah yang diberi ransom sebanyak 2,5 kg tiap hari
sehingga pedet mencapai berat badan 200 – 370 kg pada umur 6 bulan.
Pemberian Pakan Yearling Steer
Sebagian dari veal calves dijual
dan disembelih sedangkan sisanya dipelihara hingga berumur satu tahun.pedet
yang terakhir ini disebut yearling steer. Yearling steer tiap hari mendapat 1 –
1,5 kg konsentrat dan hijauaqn tak terbatas. Yearling steer mencapai berat
badan 360 kg pada umur satu tahun.
Pemberian Pakan Dairy Beef
Yarling steer dipelihara lebih
lanjut secara ekonomis sehingga dapat disembelih dengan berat 500 kg. Dairy
beef dapat menerima hijauan atau silase saja. Penambahan konsentrat mengurangi
waktu yang dibutuhkan untuk mencapai berat badan 500 kg. hijauan atau silase
diberikan secara tidak terbatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar