Rabu, 11 Maret 2015

pemotongan tanduk dan pemasangan keluh paa sapi perah

MAKALAH
PENANGANAN (HANDLING) SAPI PERAH
PEMOTONGAN TANDUK DAN PEMASANGAN KELUH


PEMBIMBING :
Bapak Sunaryo. S.TP  .M.Si

OLEH :
1.       AMIR SETIAWAN
2.       BINTANG AMBARITA
3.       DEDY EKO SAPUTRO
4.       MIKA AYU SAPUTRI
5.       TITIS NURKUMALASARI
6.       WAHYU NUR HALIMAH


AGRIBISNIS SAPI PERAH Batch II
PT. ULTRA JAYA MILK TRADING COMPANY, Tbk. JOINT PROGAM PPPPTK PERTANIAN CIANJUR DAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2014/2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas taufik dan hidayah-Nya, kami bisa menyusun Makalah “Penanganan (Handling) Sapi Perah Pemotongan Tanduk Dan Pemasangan Keluh”.
Ucapan terimakasih tentulah tak lupa kami ucapkan kepada pihak – pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan laporan ini.
Ucapan terimakasih khususnya kami sampaikan kepada:
1.      Bapak Sunaryo.S.TP .M.Si selaku dosen pembimbing mata kuliah Penanganan
( Handling ) Sapi Perah.
2.      Orangtua yang selalu memberi dukungan material maupun spiritual.
3.      Rekan-rekan seperjuangan selaku pemberi motivasi dan semangat.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini jauh dari kata sempurna, untuk itu kami mohon kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang.
Semoga laporan yang kami buat ini dapat bermanfaat untuk diri kami khususnya dan pembaca pada umumnya.


                                                                                          Cianjur, 10 januari 2015

Penulis




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... 2
DAFTAR ISI.......................................................................................................... 3
BAB I. PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG........................................................................... 4
B.     TUJUAN DAN MANFAAT................................................................. 4
BAB II . ISI
A. Pengertian dehorning dan pengeluhan…………………………………. 5
B. Tujuan dehorning dan pengeluhan……………………………………... 5
C. Metode dan langkah kerja dehorning dan pengeluhan…………………. 6
BAB III. PENUTUP
A. KESIMPULAN………………………………………………………... 9
B. SARAN………………………………………………………………… 9
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………... 10




BAB I
PENDAHULUAN



A.      LATAR BELAKANG

Pada awal penanganan pada sapi di tandai dengan adanya penjinakan ( domestikasi ), hal ini di lakukan karena sapi perah pada dasarnya adalah hewan yang liar yang sengaja di jinakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia.  Sapi adalah hewan yang di domestikasi oleh manusia ke dua setelah kuda, kemungkinan awal domestikasi di lakukan di eropa dan asia pada tahun 6000 SM. 
Pemotongan tanduk ( dehorning ) dan pengeluhan  pada sapi perah adalah salah satu bentuk domestikasi pada sapi perah, untuk memudahkan dalam penanganan dan pengendalian
( handling ) sapi perah dalam melakukan kegiatan seperti : pemberian obat, memandikan sapi, pemotongan kuku , dan lainnya. Selain itu ini adalah cara untuk menjaga keamanan peternak dan ternak lainya agar tidak terluka serta agar sapi tersebut tidak agresif.

B.  MANFAAT DAN TUJUAN
 Adapun manfaat  dan tujuan yang dapat kami dapat berikan adalah sebagai berikut :
§  Mahasiswa dapat melakukan pemotongan tanduk dan pengeluhan.
§  Mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan insidentil dengan benar dan baik.
§  Mahasiswa dapat mengaplikasikan teori ke dalam industri sapi perah.
§  Mahasiswa dapat handling sapi perah secara tepat dan benar.










BAB II
ISI


A.      Pengertian Dehorning Dan Pengeluhan Pada Sapi Perah
                
            Dehorning adalah suatu tindakan yang dilakukan pada hewan ternak dengan tujuan penghilangan bakal tanduk atau pemotongan tanduk. Sedangkan pengeluhan adalah tindakan untuk menjinakan atau menghalangi aksi dari sapi perah dengan cara pemasangan cincin keluh
 ( ring nose ) atau tali keluh. Pada awalnya tindakan ini dilakukan dengan maksud untuk domestikasi.

B.       Tujuan Dehorning Dan Pengeluhan Pada Sapi Perah
Tujuan di lakukannya dehorning atau pemotongan tanduk adalah sebagai berikut :
·         Memperluas daya tampung kandang
·         Mengurangi tingkat kerusakan kulit
·         Menghindari terlukanya ternak lainnya
·         Menjaga keamanan  peternak saat tata laksana pemeliharaan
·         Memudahkan  melakukan pengendalian saat pemberian obat, pemberian ear tag, palpasi rectal

Tujuan di lakukannya pengeluhan pada sapi perah adalah sebagai berikut :
·         Menjinakan sapi perah yang agresif, karena ini titik lemah sapi perah
·         Memudahkan pengendalian sapi dalam melakukan pemeliharaan
·         Memudahkan dalam pelaksanaan IB
·         Memudahkan dalam pemberian obat dan penanganan kesehatan
·         Memudahkan dalam melakukan dehorning, pemotongan kuku
·         Memudah dalam melakukan kegiatan memandikan dan pemerahan
 
C.      Metode Dan  Langkah Kerja Pelaksanaan Dehorning Dan Pengeluhan

1.      Dehorning
Beberapa metode yang digunakan dalam pemotongan tanduk atau penghilangan bakal tanduk adalah berikut ini :
§  Metode dengan cara menggunakan besi panas
Salah satu teknik pemotongan tanduk adalah menggunakan besi panas. Tegangan listrik sekitar 120 volt menggunakan besi panas dengan suhu sekitar 150’c dapat menghentikan pertumbuhan tanduk di kulit. Teknik ini sangat bagus diterapkan pada pedet berumur 12 minggu. Berikut ini adalah peralatan yang digunakan dalam pemotongan tanduk (dehorning) :
·            pisau (cutter)
·            gunting,
·            besi membara (dehoner), dan
·            anti biotik
Gbr.1. Peralatan dehorning

Langkah-langkah pemotongan tanduk dengan teknik besi panas adalah
sebagai berikut :
1. Sarung tangan dipakai untuk melindungi tangan.
2. Hindari telinga pedet dari besi panas agar tidak terbakar.
3. Dipanaskan terlebih dahulu besi panas.
4. Tempatkan besi panas pada ujung tanduk dan sedikit ditekan. Ketika bulu  terbakar, diputar secara perlahan.
5. Dilakukan selama 10-15 detik, setelah itu besi hindarkan jauh dari pedet
    karena dapat panas sehingga merusak jaringan otak pedet.
6. Setelah lukanya kering, tanduk yang dipotong diberi anti biotik. Hal
    ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi pada tanduk.


                                                    
Gbr.2. langkah dehorning

§  Metode dengan cara menggunakan Soda Api (Caustik Soda)
Metode dengan bahan kimia ini, caustic soda atau soda api yang di gunakan berbentuk pasta atau lilin, di gunakan secukupnya atau 1-2 mg/ bakal tanduk. Dehorning dengan cara ini di lakukan pada umur 2 minggu atau 3 – 10 hari.
Langkah langkah atau prosedur pemotongan tanduk dengan menggunakan soda api adalah sebagai berikut :
1.      Melakukan penanganan dan pengendalian pada sapi pedet dengan merestrain atau menempatkan pada kandang jepit
2.      Kemudian rambut pedet di sekitar pangkal tanduk yang akan tumbuh di potong dan di olesi dengan vaselin
3.      Kemudian di olesi dengan caustic soda ( soda api ), hingga ada bintik – bintik merah keluar dari pangkal tanduk
4.      Kemudian pedet di tempatkan pada kandang tersendiri dan di monitoring secara intensif, karena masih dalam keadaan stress

§  Metode dengan cara menggunakan gergaji
Metode ini biasa di lakukan pada sapi dewasa yang sudah memiliki tanduk yang panjang dan keras. Alat utama yang di gunaka adalah gergaji stainless stell yang tajam dan steril. Langkah – langkah yang di lakukan  adalah sebagai berikut :
1.      Siapkan peralatan yang di gunakan
2.      Sebaiknya yang melakukan dehorning adalah  peternaknya sendiri
3.      Sapi di masukan di kandang jepit
4.      Setelah di restrain secara baik dan benar , maka tanduk sapi di gergaji dengan menyisakan 1 – 2 cm tanduk
5.      Kemudian sapi di lepaskan dan di  monitoring secara baik karena dalam keadaan stress

2.        Pengeluhan pada sapi perah
Pengeluhan di lakukan kebanyakan pada sapi potong yang lebih agresif di bandingkan dengan sapi perah. Pengeluhan ini di lakukan untuk memudah dalam merestrain sapi dalam kegiatan pemeliharaan. Pemasangan keluh pada sapi sebaiknya dilakukan ketika sapi masih berusia muda, pada saat gigi susu belum semua tumbuh ( full ), hal ini terkait dengan selaput tulang rawan yang masih lunak, proses recovery yang lebih cepat pada sapi muda, kekuatan sapi yang belum begitu besar, serta agar tidak mengganggu proses penggemukan ataupun produksi susu. Alat yang di gunakan adalah tang penusuk stainless steel.


Adapun langkah-langkah yang di lakukan dalam pengeluhan sapi adalah sebagai berikut :
·       Siapkan peralatan dan usahakan sterill
·       Kemudian masukan sapi ke kandang jepit
·       Olesi lubang hidung kiri dan kanan dengan anti septic terlebih dahulu untuk menghindari infeksi  Keluh dipasang dengan cara menusukkan tang penusuk hidung  pada selaput tulang rawan antara lubang hidung kiri dan kanan yang telah diolesi antiseptic.
·       Setelah sekat hidung sapi berlubang, kemudian dipasang cincin atau tali.


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqImrASohgdXGHRtUBrrcYH__sbZHb0h51Z42Z_SmBUD_lhlZbMvxNqwqMtEbFZL47J-mxA10vPSKYdIEtMVwFAbXXVi85jX-b5-YG0q7-sW1UVCVAuj3KIWs3h9zx11STrF3WWd7NlAdh/s400/ring+keluh+sapi.jpg
Gbr.3. penggunaan cincin nose

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtqL3qhLFdjKzY-p75g99dr_RgRA7qLcHa2jmVgPmKXWAoVQatuIgweMmuJ807yMpBEU-T9bRABimdum_ckwnMqVaGdqUhjt5ChX9bRvtNt8BU9uWvTXT4KBv9IhXTl8mnl59g8k5lBicP/s400/keluh+sapi+besar.jpg
Gbr.4. penggunaan tali keluh

Proses keluh ini apabila dilakukan dengan tepat sasaran tidak akan menimbulkan luka karena yang tertusuk adalah selaput tulang rawan pada hidung sapi. Apabila  sedikit meleset akan terjadi pendarahan akibat luka di hidung sapi.
  








BAB II
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat kami berikan adalah sebagi berikut :
1.      Pemotongan tanduk dan pengeluhan adalah dua bentuk tindakan untuk domestikasi sapi perah
2.      Perlakuan dehorning dilakukan dengan mengunakan 3 metode yaitu : dengan besi panas, bahan kimia, dan gergaji.
3.      Dehorning adalah tindakan yang dilakukan pada ternak untuk menghilangkan atau memotong tanduk
4.      Pengeluhan adalah tindakan untuk pengendalian ternak  dengan pemasangan tali keluh atau cincin nose

B.     SARAN

Adapun saran yang dapat kami berikan adalah sebagi berikut :
1.      Sebaiknya dalam perlakuan pemotongan tanduk sapi dalam keadaan tenang dan terrestrai dengan baik
2.      Untuk mencegah luka pada dehorning dengan besi panas dan caustic soda sebaiknya gunakan anti biotic atau septic untuk menghindari terjadinya infeksi
3.      Sebaiknya setelah melakukan dehorning dan pengeluhan ternak sapi di perhatikan dengan baik karena sapi kadang dalam keadaan stress atau terkejut oleh tindakan kita






DAFTAR PUSTAKA



kastrasi.html









Tidak ada komentar:

Posting Komentar