MAKALAH
PENANGANAN (HANDLING) SAPI PERAH
PEMOTONGAN TANDUK DAN
PEMASANGAN KELUH

PEMBIMBING :
Bapak
Sunaryo. S.TP .M.Si
OLEH :
|
1. AMIR SETIAWAN
2. BINTANG AMBARITA
3. DEDY EKO SAPUTRO
4. MIKA AYU SAPUTRI
5. TITIS NURKUMALASARI
6. WAHYU NUR HALIMAH
|
AGRIBISNIS
SAPI PERAH Batch II
PT. ULTRA JAYA MILK
TRADING COMPANY,
Tbk. JOINT PROGAM PPPPTK PERTANIAN
CIANJUR DAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas taufik dan
hidayah-Nya, kami bisa menyusun Makalah “Penanganan (Handling) Sapi Perah Pemotongan Tanduk Dan Pemasangan Keluh”.
Ucapan terimakasih tentulah tak
lupa kami ucapkan kepada pihak – pihak yang telah membantu kami dalam
menyelesaikan laporan ini.
Ucapan
terimakasih khususnya kami
sampaikan kepada:
1. Bapak Sunaryo.S.TP
.M.Si selaku dosen pembimbing mata kuliah Penanganan
(
Handling ) Sapi Perah.
2. Orangtua
yang selalu memberi dukungan material maupun spiritual.
3. Rekan-rekan seperjuangan selaku
pemberi motivasi dan semangat.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini jauh dari kata
sempurna, untuk itu kami mohon
kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang.
Semoga laporan yang kami buat ini dapat bermanfaat
untuk diri kami khususnya dan pembaca pada umumnya.
Cianjur,
10 januari 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...........................................................................................
2
DAFTAR ISI..........................................................................................................
3
BAB I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG...........................................................................
4
B.
TUJUAN
DAN MANFAAT.................................................................
4
BAB II . ISI
A. Pengertian dehorning
dan pengeluhan…………………………………. 5
B. Tujuan dehorning dan
pengeluhan……………………………………... 5
C. Metode dan langkah kerja dehorning dan
pengeluhan…………………. 6
BAB III. PENUTUP
A. KESIMPULAN………………………………………………………... 9
B. SARAN………………………………………………………………… 9
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada awal penanganan pada
sapi di tandai dengan adanya penjinakan ( domestikasi ), hal ini di lakukan
karena sapi perah pada dasarnya adalah hewan yang liar yang sengaja di jinakan
dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Sapi adalah hewan yang di domestikasi oleh manusia ke dua setelah kuda,
kemungkinan awal domestikasi di lakukan di eropa dan asia pada tahun 6000 SM.
Pemotongan tanduk (
dehorning ) dan pengeluhan pada sapi
perah adalah salah satu bentuk domestikasi pada sapi perah, untuk memudahkan
dalam penanganan dan pengendalian
(
handling ) sapi perah dalam melakukan kegiatan seperti : pemberian obat,
memandikan sapi, pemotongan kuku , dan lainnya. Selain itu ini adalah cara
untuk menjaga keamanan peternak dan ternak lainya agar tidak terluka serta agar
sapi tersebut tidak agresif.
B. MANFAAT DAN TUJUAN
Adapun manfaat
dan tujuan yang dapat kami dapat berikan adalah sebagai berikut :
§
Mahasiswa dapat melakukan pemotongan tanduk dan pengeluhan.
§
Mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan insidentil dengan benar dan baik.
§
Mahasiswa dapat mengaplikasikan teori ke dalam industri sapi perah.
§
Mahasiswa dapat handling sapi
perah secara tepat dan benar.
BAB
II
ISI
A.
Pengertian Dehorning Dan
Pengeluhan Pada Sapi Perah
Dehorning adalah suatu tindakan yang dilakukan pada hewan
ternak dengan tujuan penghilangan bakal tanduk atau pemotongan tanduk.
Sedangkan pengeluhan adalah tindakan untuk menjinakan atau menghalangi aksi
dari sapi perah dengan cara pemasangan cincin keluh
( ring nose ) atau tali keluh. Pada awalnya
tindakan ini dilakukan dengan maksud untuk domestikasi.
B.
Tujuan Dehorning Dan Pengeluhan Pada
Sapi Perah
Tujuan
di lakukannya dehorning atau pemotongan tanduk adalah sebagai berikut :
·
Memperluas daya tampung kandang
·
Mengurangi tingkat kerusakan kulit
·
Menghindari terlukanya ternak lainnya
·
Menjaga keamanan
peternak saat tata laksana pemeliharaan
·
Memudahkan melakukan
pengendalian saat pemberian obat, pemberian ear tag, palpasi rectal
Tujuan di
lakukannya pengeluhan pada sapi perah adalah sebagai berikut :
·
Menjinakan sapi perah yang agresif, karena ini titik lemah
sapi perah
·
Memudahkan pengendalian sapi dalam melakukan pemeliharaan
·
Memudahkan dalam pelaksanaan IB
·
Memudahkan dalam pemberian obat dan penanganan kesehatan
·
Memudahkan dalam melakukan dehorning, pemotongan kuku
·
Memudah dalam melakukan kegiatan memandikan dan pemerahan
C.
Metode Dan Langkah Kerja Pelaksanaan Dehorning Dan
Pengeluhan
1.
Dehorning
Beberapa metode yang digunakan dalam pemotongan tanduk atau
penghilangan bakal tanduk adalah berikut ini :
§ Metode dengan cara menggunakan besi
panas
Salah satu teknik pemotongan tanduk
adalah menggunakan besi panas. Tegangan listrik sekitar 120 volt menggunakan
besi panas dengan suhu
sekitar 150’c dapat menghentikan
pertumbuhan tanduk di kulit. Teknik ini sangat bagus diterapkan pada pedet
berumur 12 minggu. Berikut ini adalah peralatan yang digunakan dalam pemotongan
tanduk (dehorning) :
·
pisau (cutter)
·
gunting,
·
besi
membara (dehoner), dan
·
anti biotik

Gbr.1. Peralatan dehorning
Langkah-langkah pemotongan tanduk dengan teknik besi panas adalah
sebagai berikut :
1. Sarung tangan dipakai untuk melindungi tangan.
2. Hindari telinga pedet dari besi panas agar tidak terbakar.
3. Dipanaskan terlebih dahulu besi panas.
4. Tempatkan besi panas pada ujung tanduk dan sedikit ditekan.
Ketika bulu terbakar,
diputar secara perlahan.
5. Dilakukan selama 10-15 detik, setelah itu besi hindarkan jauh
dari pedet
karena dapat panas sehingga
merusak jaringan otak pedet.
6. Setelah lukanya kering, tanduk yang dipotong diberi anti
biotik. Hal
ini bertujuan untuk
mencegah terjadinya infeksi pada tanduk.

Gbr.2. langkah dehorning
§ Metode dengan cara menggunakan Soda Api (Caustik Soda)
Metode
dengan bahan kimia ini, caustic soda atau soda api yang di gunakan berbentuk
pasta atau lilin, di gunakan secukupnya atau 1-2 mg/ bakal tanduk. Dehorning
dengan cara ini di lakukan pada umur 2 minggu atau 3 – 10 hari.
Langkah
langkah atau prosedur pemotongan tanduk dengan menggunakan soda api adalah
sebagai berikut :
1. Melakukan penanganan dan
pengendalian pada sapi pedet dengan merestrain atau menempatkan pada kandang
jepit
2. Kemudian rambut pedet di sekitar
pangkal tanduk yang akan tumbuh di potong dan di olesi dengan vaselin
3. Kemudian di olesi dengan caustic
soda ( soda api ), hingga ada bintik – bintik merah keluar dari pangkal tanduk
4. Kemudian pedet di tempatkan pada
kandang tersendiri dan di monitoring secara intensif, karena masih dalam
keadaan stress
§ Metode dengan cara menggunakan
gergaji
Metode
ini biasa di lakukan pada sapi dewasa yang sudah memiliki tanduk yang panjang
dan keras. Alat utama yang di gunaka adalah gergaji stainless stell yang tajam
dan steril. Langkah – langkah yang di lakukan
adalah sebagai berikut :
1. Siapkan peralatan yang di gunakan
2. Sebaiknya yang melakukan dehorning
adalah peternaknya sendiri
3. Sapi di masukan di kandang jepit
4. Setelah di restrain secara baik dan
benar , maka tanduk sapi di gergaji dengan menyisakan 1 – 2 cm tanduk
5. Kemudian sapi di lepaskan dan
di monitoring secara baik karena dalam
keadaan stress
2.
Pengeluhan pada sapi perah
Pengeluhan
di lakukan kebanyakan pada sapi potong yang lebih agresif di bandingkan dengan sapi perah.
Pengeluhan ini di lakukan untuk memudah dalam merestrain sapi dalam kegiatan
pemeliharaan. Pemasangan keluh pada sapi sebaiknya
dilakukan ketika sapi masih berusia muda, pada saat gigi susu belum semua
tumbuh ( full ), hal ini terkait dengan selaput tulang rawan yang masih lunak,
proses recovery yang lebih cepat pada sapi muda, kekuatan sapi yang belum
begitu besar, serta agar tidak mengganggu proses penggemukan ataupun produksi
susu. Alat yang di gunakan adalah tang penusuk stainless steel.
Adapun langkah-langkah yang di lakukan
dalam pengeluhan sapi adalah sebagai berikut :
·
Siapkan peralatan dan
usahakan sterill
· Kemudian
masukan sapi ke kandang jepit
·
Olesi lubang hidung
kiri dan kanan
dengan anti septic terlebih dahulu untuk menghindari infeksi Keluh dipasang dengan cara menusukkan tang
penusuk hidung pada selaput tulang rawan
antara lubang hidung kiri dan kanan yang telah diolesi antiseptic.
·
Setelah sekat hidung
sapi berlubang, kemudian dipasang cincin atau tali.
Gbr.3. penggunaan cincin nose
Gbr.4. penggunaan tali keluh
Proses keluh ini apabila dilakukan dengan tepat
sasaran tidak akan menimbulkan luka karena yang tertusuk adalah selaput tulang
rawan pada hidung sapi. Apabila sedikit
meleset akan terjadi pendarahan akibat luka di hidung sapi.
BAB II
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat kami berikan adalah sebagi
berikut :
1. Pemotongan tanduk dan pengeluhan
adalah dua bentuk tindakan untuk domestikasi sapi perah
2. Perlakuan dehorning dilakukan dengan
mengunakan 3 metode yaitu : dengan besi panas, bahan kimia, dan gergaji.
3. Dehorning adalah tindakan yang dilakukan
pada ternak untuk menghilangkan atau memotong tanduk
4. Pengeluhan adalah tindakan untuk pengendalian
ternak dengan pemasangan tali keluh atau
cincin nose
B. SARAN
Adapun saran yang dapat kami berikan adalah sebagi berikut :
1. Sebaiknya dalam perlakuan pemotongan
tanduk sapi dalam keadaan tenang dan terrestrai dengan baik
2. Untuk mencegah luka pada dehorning
dengan besi panas dan caustic soda sebaiknya gunakan anti biotic atau septic
untuk menghindari terjadinya infeksi
3. Sebaiknya setelah melakukan dehorning dan pengeluhan ternak sapi di
perhatikan dengan baik karena sapi kadang dalam keadaan stress atau terkejut oleh tindakan kita
DAFTAR PUSTAKA
kastrasi.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar